Fenomena bullying atau perundungan di mana saja dan dalam berbagai bentuk telah menjadi perhatian serius dalam masyarakat modern. Namun, di era digital yang penuh dengan beragam kata-kata dan ungkapan baru, seringkali muncul pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya termasuk dalam kategori bullying dan apa yang hanya sekadar candaan biasa. Salah satu kata yang belakangan ini sedang viral di media sosial dan mungkin Anda sudah pernah menonton video-videonya adalah “bercyandaaaa”. Bagaimana kita dapat membedakan apa yang termasuk kategori “bercyandaaaa” dan apa yang sudah termasuk dalam perilaku bullying? Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam apakah kata ini merupakan bentuk bullying berkedok candaan atau hanya sekadar guyonan yang tidak berbahaya.
Apa Arti dari Bercanda ?
Sebelum kita membahas apakah kata “bercyandaaaa” dapat dianggap sebagai bullying, mari kita pahami terlebih dahulu apa arti dari kata ini. Kata bercanda adalah salah satu ungkapan yang sering digunakan dalam pergaulan, terkadang seseorang meledek temannya dan diikuti dengan “bercanda kok”. Kita pasti sudah familiar dengan situasi ini dan dapat mengakui bahwa ini sering terjadi dalam pergaulan sehari-hari di Indonesia.
Secara umum, ungkapan “bercanda” digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berperilaku secara berlebihan, dramatis, atau ekstravagan dalam suatu percakapan. Istilah ini seringkali diucapkan dengan nada humor dan bukan dimaksudkan sebagai ejekan atau perlakuan yang merendahkan.
Konteks Penggunaan Ungkapan “Bercanda”
Dalam konteks sehari-hari, kata “bercanda” seringkali digunakan untuk menggoda teman dan ingin mengklarifikasi bahwa ucapan yang dilontarkan bukan sesuatu yang bermakna serius. Misalnya, jika seseorang mengatakan sesuatu yang iseng seperti “Iiih kamu iseng banget, gua tonjok lu ya.. Haha.. bercanda ya”. Apakah ungkapan ini dapat diartikan sebagai ancaman yang serius atau hanya sebuah ungkapan yang bersifat ringan dan tidak dimaksudkan untuk menyakiti perasaan orang yang dicerca?
Namun, seperti halnya banyak ungkapan lain dalam bahasa gaul, konteks dan nada pengucapannya juga sangat penting. Jika kata “bercanda” digunakan untuk menutupi maksud yang jahat atau merendahkan, maka dapat dianggap sebagai bentuk dari bullying.

Perbedaan antara Candaan dan Bullying
Dalam menjawab pertanyaan apakah kata “bercanda” merupakan bentuk bullying yang berkedok candaan, kita perlu memahami perbedaan antara candaan dan bullying. Candaan adalah ungkapan humor atau sindiran yang biasanya tidak dimaksudkan untuk menyakiti perasaan seseorang. Candaan dapat terjadi dalam konteks pertemanan dan biasanya diterima dengan tawa oleh semua pihak yang terlibat.
Bullying, di sisi lain, adalah tindakan atau perilaku yang sengaja dilakukan untuk merendahkan, menyakiti, atau merugikan seseorang secara emosional atau fisik. Tindakan ini bisa berupa ejekan, ancaman, atau perlakuan kasar lainnya yang berulang-ulang dan bersifat merendahkan.
Jadi, kunci dalam menentukan apakah kata “bercanda” merupakan bullying atau hanya candaan adalah niat dan efek yang dihasilkannya. Jika kata tersebut beulang kali digunakan, dan disertai dengan niat jahat untuk merendahkan seseorang hingga menyebabkan perasaan terluka atau merasa tidak nyaman, maka dapat dianggap sebagai bullying. Namun, jika kata tersebut digunakan hanya sekali dalam suasana candaan yang bersahabat tanpa ada niat buruk di baliknya, maka ini bisa dianggap sebagai “bad joke”, bukan bullying. Meski bukan termasuk bullying, bila “bad joke” tetap menyakiti perasaan lawan bicara, tetap disarankan untuk tetap meminta maaf dengan tulus dan menjelaskan bahwa kita tidak memiliki maksud yang buruk. Hal ini dapat disebabkan oleh cara pengartian orang yang berbeda-beda.
Apa Bahaya dari Bullying?
Meskipun kata “bercanda” mungkin bukan contoh bullying yang serius, penting untuk diingat bahwa bullying dalam berbagai bentuknya dapat memiliki dampak yang merusak pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang. Bullying dapat menyebabkan stres, kecemasan, depresi, bahkan dalam kasus yang lebih ekstrem, dapat berpotensi menyebabkan tindakan bunuh diri.
Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk lebih peka terhadap tindakan atau perilaku yang dapat merugikan orang lain, terlepas dari apakah itu diucapkan dengan kata-kata atau dilakukan secara fisik. Semua orang memiliki peran dalam mencegah bullying dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua individu.
Kesimpulan
Dalam menutup artikel ini, penting untuk memahami bahwa kata “bercanda” adalah salah satu ungkapan yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari antar teman di Indonesia. Ketika kata ini digunakan dalam suasana candaan yang bersahabat dan tanpa niat jahat serta tidak menyakiti perasaan lawan bicara, maka tidak dapat dianggap sebagai bentuk bullying.
Namun, kita harus selalu berhati-hati dalam menggunakan kata-kata dan tindakan kita, terutama ketika berinteraksi dengan orang lain. Bullying dalam segala bentuknya dapat merugikan dan merusak perasaan orang lain, sehingga penting untuk selalu berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk semua individu. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghormati dan mendukung satu sama lain dalam masyarakat.
Jika Anda mengalami bullying dan merasa kewalahan dalam mengatasi tindakan intimidasi yang terjadi atau mengenal seseorang yang menjadi korban bullying, atau Anda sekedar ingin mengetahui lebih lanjut apa perbedaan dari tindakan bercanda dan bullying agar Anda tidak melakukan kesalahan tersebut kepada orang lain di masa depan, janganlah ragu untuk menghubungi seorang psikolog atau konselor yang berpengalaman untuk membantu dengan kerahasiaan yang terjamin.
Image Source :
Image by drobotdean on Freepik
Image by Freepik