Sehat Mental Bukan Soal Kuat, Tapi Soal Tahu Kapan Berhenti

Setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day). Momentum ini mengingatkan kita bahwa kesehatan bukan hanya tentang kondisi tubuh, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga pikiran dan emosi di tengah berbagai tuntutan kehidupan.

Sayangnya, menjaga kesehatan mental terkadang baru menjadi perhatian ketika seseorang sudah merasa sangat kewalahan. Kita terus bekerja meski kelelahan, tetap mengatakan “iya” ketika sebenarnya sudah tidak sanggup, dan memaksakan diri karena takut dianggap lemah.

Padahal, sehat mental bukan berarti harus selalu kuat. Terkadang, justru berarti mengetahui kapan kita perlu berhenti.

Kita Tidak Harus Selalu Produktif

Dalam kehidupan sehari-hari, kesibukan sering dianggap sebagai sesuatu yang membanggakan. Jadwal penuh, bekerja hingga malam, mengurus keluarga, mengejar target, dan tetap aktif di berbagai kegiatan seolah menjadi ukuran bahwa seseorang mampu menjalani hidup dengan baik.

Akibatnya, istirahat justru dapat menimbulkan rasa bersalah.

Padahal, tubuh dan pikiran memiliki batas. Ketika kita terus mengabaikannya, kelelahan dapat menumpuk dan mulai mempengaruhi suasana hati, konsentrasi, hubungan dengan orang lain, hingga kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Istirahat bukan berarti malas. Ada kalanya istirahat merupakan bagian dari cara kita menjaga diri agar dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih baik.

Belajar Mengenali Batas Diri

Setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda. Hal yang terasa ringan bagi seseorang mungkin terasa berat bagi orang lain. Karena itu, membandingkan kemampuan diri dengan orang lain belum tentu menjadi ukuran yang tepat.

Cobalah memperhatikan sinyal yang diberikan tubuh dan pikiran.

Apakah belakangan kita menjadi lebih mudah tersinggung? Sulit berkonsentrasi? Merasa lelah meskipun sudah tidur? Kehilangan ketertarikan terhadap aktivitas yang biasanya menyenangkan? Atau merasa pekerjaan sederhana sekalipun menjadi sangat berat?

Sinyal-sinyal tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan kesehatan mental. Namun, hal itu dapat menjadi pengingat untuk mengevaluasi kembali kondisi dan beban yang sedang dijalani.

Mungkin kita membutuhkan tidur yang lebih cukup. Mungkin ada terlalu banyak tanggung jawab yang diambil sekaligus. Atau mungkin kita membutuhkan ruang untuk membicarakan sesuatu yang selama ini dipendam.

22962

Berhenti Bukan Berarti Menyerah

Mengetahui batas diri juga berarti berani mengatakan, “Untuk sekarang, ini sudah cukup.”

Kita boleh menolak pekerjaan tambahan ketika kapasitas sudah penuh. Kita boleh mengambil waktu tanpa memikirkan pekerjaan. Kita juga boleh mengurangi aktivitas tertentu ketika hidup terasa terlalu padat.

Memberikan batas bukan berarti kita tidak bertanggung jawab. Justru, batas yang sehat membantu kita menentukan bagaimana energi, waktu, dan perhatian digunakan.

Prinsip yang sama berlaku dalam hubungan. Tidak semua masalah orang lain harus kita selesaikan sendiri, dan tidak setiap permintaan harus selalu dijawab dengan “iya”.

Mencari Bantuan Juga Bagian dari Menjaga Diri

Ada anggapan bahwa seseorang seharusnya mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Akibatnya, sebagian orang menunda mencari bantuan karena merasa masalahnya “belum cukup parah” atau takut dianggap tidak mampu menghadapi kehidupan.

Padahal, kita tidak perlu menunggu sampai berada di titik terendah untuk mencari dukungan.

Dukungan dapat datang dari pasangan, keluarga, sahabat, komunitas, maupun tenaga profesional. Berbicara dengan orang lain terkadang membantu kita melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.

Jika tekanan emosional mulai berlangsung lama, sulit dikelola sendiri, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau profesional kesehatan mental dapat menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan.

Kesehatan Mental Perlu Dirawat Setiap Hari

Hari Kesehatan Mental Sedunia bukan hanya tentang membicarakan gangguan psikologis. Momentum ini juga dapat menjadi kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri: “Bagaimana keadaan saya belakangan ini?”

Kesehatan mental dapat dirawat melalui hal-hal sederhana: tidur yang cukup, memiliki waktu untuk beristirahat, menjaga hubungan yang sehat, melakukan aktivitas yang disukai, mengenali batas diri, dan meminta bantuan ketika membutuhkannya.

Karena menjadi sehat secara mental bukan berarti kita tidak pernah lelah, sedih, takut, atau kewalahan.

Terkadang, bentuk kekuatan yang paling penting justru sederhana: menyadari bahwa kita sudah lelah, memberikan diri sendiri izin untuk berhenti sejenak, dan berani mencari dukungan ketika beban terasa terlalu berat untuk dibawa sendirian.

Jika Anda membutuhkan arahan untuk membimbing Anda memelihara kesehatan mental serta menjalani hidup dengan positif, Anda dapat berkonsultasi dengan seorang psikolog atau konselor  profesional untuk mendapatkan dukungan dan panduan lebih lanjut. Seorang konselor yang berpengalaman dapat membantu Anda dengan kerahasiaan yang terjamin. SOA juga memiliki pelayanan Individual Counseling untuk mendukung Anda.

Image Source :

Image by benzoix on Magnific

Image by rawpixel.com on Magnific

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *