Liburan sekolah selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu anak. Mereka bisa bermain lebih lama, bangun lebih siang, dan terbebas sementara dari tugas serta rutinitas sekolah. Namun, ketika masa liburan berakhir, tidak semua anak siap untuk kembali ke aktivitas belajar seperti biasa.
Sebagian anak terlihat antusias, tetapi ada juga yang mulai mengeluh sakit perut, sulit tidur, mudah marah, atau bahkan menangis saat mendengar kata “sekolah”. Kondisi ini bisa menjadi tanda school anxiety, yaitu kecemasan yang muncul terkait kegiatan sekolah.
Kabar baiknya, kondisi ini cukup umum terjadi dan dapat diatasi dengan pendampingan yang tepat dari orang tua.
Apa Itu School Anxiety?
School anxiety adalah rasa cemas atau khawatir yang berhubungan dengan sekolah. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti:
- Takut menghadapi pelajaran yang sulit
- Khawatir bertemu guru atau teman tertentu
- Takut gagal atau tidak bisa mengikuti pelajaran
- Cemas menghadapi perubahan lingkungan atau kelas baru
- Merasa belum siap meninggalkan suasana santai selama liburan (dalam beberapa kasus, hal ini bisa disebabkan anak mengalami bullying di tahun ajaran sebelumnya. Orang tua perlu memperhatikan hal tersebut.)
Perasaan ini sebenarnya wajar, terutama setelah periode libur yang cukup panjang. Yang perlu diperhatikan adalah jika kecemasan tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari anak.
Tanda-Tanda yang Perlu Diperhatikan
Tidak semua anak mampu mengungkapkan kecemasannya secara langsung. Sering kali, tanda-tandanya muncul dalam bentuk perilaku atau keluhan fisik.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Sulit tidur menjelang masuk sekolah
- Menjadi lebih mudah rewel atau sensitif
- Mengeluh sakit kepala atau sakit perut tanpa penyebab medis yang jelas
- Menolak membicarakan sekolah
- Kehilangan semangat melakukan aktivitas yang biasanya disukai
- Menjadi lebih pendiam atau menarik diri
Jika tanda-tanda ini muncul dalam beberapa hari menjelang sekolah dimulai, orang tua perlu memberikan perhatian lebih.

Jangan Langsung Menganggap Anak Malas
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menganggap anak yang enggan kembali ke sekolah sebagai anak yang malas atau manja.
Padahal, di balik perilaku tersebut bisa saja ada kecemasan yang belum mereka pahami sendiri. Daripada langsung memarahi, cobalah membuka percakapan dengan pertanyaan sederhana seperti:
“Apa yang paling kamu pikirkan tentang sekolah minggu depan?”
atau
“Mama melihat kamu khawatir dengan sekolah. Apa yang bikin kamu khawatir?”
Pertanyaan yang terbuka dan tidak menghakimi dapat membantu anak merasa lebih aman untuk bercerita.
Mengatur Habit Kembali Secara Bertahap
Salah satu penyebab anak sulit kembali ke sekolah adalah perubahan rutinitas yang terlalu mendadak. Karena itu, sebaiknya orang tua mulai membantu anak menyesuaikan kebiasaan beberapa hari sebelum sekolah dimulai.
1. Kembalikan Jam Tidur
Selama liburan, banyak anak tidur lebih larut dan bangun lebih siang. Mulailah menggeser jam tidur secara bertahap agar tubuh anak tidak “kaget” saat harus bangun pagi.
2. Kurangi Screen Time
Jika selama liburan penggunaan gadget lebih longgar, mulailah mengurangi durasinya dan menggantinya dengan aktivitas yang lebih terstruktur.
3. Bangun Rutinitas Pagi
Biasakan kembali aktivitas seperti mandi pagi, sarapan, dan menyiapkan perlengkapan sekolah agar tubuh dan pikiran mulai beradaptasi.
4. Libatkan Anak dalam Persiapan
Mengajak anak menyiapkan tas, alat tulis, atau seragam dapat membantu membangun rasa siap dan antusias menghadapi sekolah.
Fokus pada Hal Positif
Bantu anak mengingat kembali hal-hal menyenangkan di sekolah, seperti bertemu teman, mengikuti kegiatan favorit, atau belajar hal baru. Tujuannya bukan mengabaikan kecemasan mereka, tetapi membantu menyeimbangkan fokus antara kekhawatiran dan hal-hal positif yang akan datang.
Penutup
Kembali ke sekolah setelah liburan adalah proses transisi yang membutuhkan waktu. Sama seperti orang dewasa yang perlu beradaptasi setelah cuti panjang, anak-anak pun membutuhkan dukungan untuk menyesuaikan diri kembali.
Dengan memahami tanda-tanda school anxiety, membangun komunikasi yang hangat, dan membantu anak mengatur rutinitas secara bertahap, orang tua dapat membuat proses kembali ke sekolah terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Karena tujuan utama bukan hanya membuat anak hadir di sekolah, tetapi membantu mereka kembali belajar dengan hati yang tenang dan siap bertumbuh.
Jika Anda membutuhkan arahan untuk membimbing Anda, Anda dapat berkonsultasi dengan seorang psikolog atau konselor profesional untuk mendapatkan dukungan dan panduan lebih lanjut. Seorang konselor yang berpengalaman dapat membantu Anda dengan kerahasiaan yang terjamin. SOA juga memiliki pelayanan Individual Counseling serta Family Counseling untuk mendukung Anda menavigasi tantangan Anda.
Image Source :