Udah Tahu Red Flag, Masih Denial? Sehat Dalam Hubungan

Ketika menjalin hubungan, kita semua tentu berharap pada koneksi yang sehat, saling mendukung, dan tumbuh bersama. Tapi sayangnya, kenyataan tak selalu semanis harapan. Banyak orang, terutama remaja dan dewasa muda, sering kali menyadari adanya “red flag” atau tanda bahaya dalam hubungan, tapi memilih untuk menutup mata. Denial menjadi tembok pertahanan yang tampak nyaman, padahal justru bisa menjerumuskan.

Apa Itu Red Flag?

Red flag dalam hubungan adalah tanda peringatan bahwa sesuatu tidak sehat, tidak seimbang, atau bahkan berpotensi menyakiti. Bentuknya bisa bermacam-macam: pasangan yang terlalu posesif, sering meremehkan, tidak menghargai batasan, sampai manipulasi emosional seperti love bombing dan gaslighting.

Sayangnya, red flag tidak selalu muncul dalam bentuk yang ekstrem. Kadang justru muncul dalam bentuk halus: pasangan yang diam-diam mengekang pergaulan, membuat kita merasa bersalah saat memilih diri sendiri, atau terus-menerus menguji kesetiaan kita tanpa alasan jelas.

Kenapa Banyak Orang Memilih Denial?

Ada beberapa alasan kenapa seseorang bisa memilih untuk mengabaikan red flag:

1. Takut Kehilangan

Banyak orang merasa takut akan kesepian, sehingga tetap bertahan meskipun tahu hubungan itu tidak sehat. “Daripada nggak punya siapa-siapa,” pikirnya.

2. Merasa Bisa Mengubah Pasangan

Ini klasik. Keyakinan bahwa “dia akan berubah kok kalau aku cukup sabar” sering membuat orang bertahan terlalu lama dalam situasi yang menyakitkan.

3. Gaslighting

Dalam hubungan manipulatif, pelaku seringkali membuat korban meragukan persepsinya sendiri. Akhirnya, korban merasa semua masalah adalah salahnya, bukan pasangannya.

4. Tekanan Sosial atau Keluarga

Kadang, hubungan yang tampak ‘ideal’ dari luar membuat seseorang enggan mengaku bahwa sebenarnya mereka sedang tidak bahagia.

Ciri Hubungan Sehat

Sebelum membahas cara keluar dari hubungan toxic, mari kenali dulu ciri hubungan yang sehat:

  • Ada rasa saling percaya, bukan curiga berlebihan.
  • Komunikasi terbuka tanpa menghakimi.
  • Masing-masing tetap punya ruang untuk diri sendiri.
  • Perbedaan dihargai, bukan dipaksakan untuk sama.
  • Tidak ada kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun verbal.

Jangan Takut Melangkah Pergi

Keluar dari hubungan yang tidak sehat bukan tanda kegagalan, tapi keberanian. Setiap orang berhak memiliki hubungan yang membangun, bukan yang melemahkan.

Jika kamu mulai menyadari red flag tapi masih ragu, tanyakan pada diri sendiri:

  • Apakah aku merasa diriku semakin kecil dalam hubungan ini?
  • Apakah aku masih bisa jadi diri sendiri?
  • Apakah aku harus terus meminta maaf atas hal-hal yang bukan salahku?

Jika jawabanmu lebih banyak “iya”, mungkin sudah saatnya mengevaluasi kembali.

2148215600

Dapatkan Bantuan: Jangan Sendiri

Konseling pranikah, konseling individu, atau bahkan sekadar bercerita pada teman yang dipercaya bisa jadi langkah awal menyadarkan diri. Banyak orang merasa terbantu saat bicara dengan profesional yang bisa memberikan perspektif objektif dan ini bukan tanda lemah, tapi justru langkah bijak.

Buat kamu yang sedang di fase mempertimbangkan masa depan hubungan, konsultasi dengan psikolog atau konselor bisa membantumu melihat dinamika hubungan secara lebih jernih. Misalnya melalui sesi konseling pasangan atau pre-marital counseling yang kini sudah banyak tersedia secara online maupun offline.

Kesimpulan: Jangan Menukar Ketenangan Demi Cinta yang Salah

Hubungan seharusnya membuat kamu bertumbuh, bukan menciut. Jika red flag mulai tampak dan hatimu sudah memberikan sinyal, jangan abaikan. Jangan karena cinta, kamu kehilangan akal sehat. Jangan karena ingin bertahan, kamu mengorbankan harga diri.

Kamu layak mendapatkan cinta yang sehat, dewasa, dan penuh respek. Kalau red flag sudah terlihat, jangan denial. Saat kamu berani jujur pada dirimu sendiri, di situlah awal dari hubungan yang benar-benar sehat dimulai.

Jika Anda sedang dalam hubungan yang membuat Anda ragu, Anda dapat berkonsultasi dengan seorang psikolog atau konselor  profesional untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut. Ingat, Anda tidak perlu melaluinya sendiri. Seorang konselor yang berpengalaman dapat membantu Anda dengan kerahasiaan yang terjamin. SOA juga memiliki pelayanan seperti Individual Counseling, Couple Counseling maupun Pre-Marital Counseling untuk mendukung Anda. 

Image Source :

Image by freepik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *