Di era modern ini, gaya hidup serba instan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam urusan keuangan. Kemudahan layanan pinjaman online (pinjol) membuat banyak orang, termasuk anak muda, tergoda untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Sayangnya, kebiasaan “pay it later” atau berutang untuk membeli barang lebih dulu bisa menjadi kebiasaan buruk yang berujung pada masalah keuangan.
Sebaliknya, mengajarkan anak tentang “pay forward”, yaitu menabung terlebih dahulu untuk mendapatkan sesuatu, adalah keterampilan hidup yang penting. Dengan menabung, anak belajar menghargai uang, merencanakan keuangan, dan menghindari jebakan utang. Yuk, ajak anak menabung daripada bergantung pada pinjol!
Mengapa “Pay Forward” Lebih Baik?
1. Mengajarkan Anak Menghargai Uang
Ketika anak menabung untuk mendapatkan sesuatu, mereka memahami betapa berharganya uang. Proses menabung mengajarkan bahwa uang tidak datang dengan mudah, sehingga mereka lebih menghargai apa yang mereka beli.
2. Menghindari Masalah Keuangan di Masa Depan
Berhutang tanpa perencanaan dapat menyebabkan masalah besar, seperti bunga yang terus meningkat atau ketergantungan pada pinjaman. Dengan menabung, anak belajar untuk hidup sesuai kemampuan dan menghindari utang yang tidak perlu.
3. Melatih Kesabaran dan Disiplin
Menabung membutuhkan waktu dan dedikasi. Ini membantu anak mengembangkan kesabaran dan disiplin, dua keterampilan penting yang akan berguna sepanjang hidup mereka.
4. Mengajarkan Perencanaan dan Prioritas
Menabung mengajarkan anak cara merencanakan keuangan mereka. Mereka belajar untuk menetapkan prioritas dan memutuskan mana yang lebih penting untuk dibeli.
Bahaya Kebiasaan “Pay it Later”
1. Meningkatkan Ketergantungan pada Utang
Kebiasaan membeli barang dengan pinjaman tanpa mempertimbangkan kemampuan bayar dapat menciptakan pola hidup boros. Anak-anak yang terbiasa dengan “pay it later” cenderung sulit mengontrol pengeluaran.
2. Tekanan Finansial
Pinjaman seringkali disertai dengan bunga tinggi. Jika anak tidak mampu membayar tepat waktu, tekanan finansial ini bisa mempengaruhi kesehatan mental mereka.
3. Tidak Belajar Mengelola Uang
Ketika anak terbiasa mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan mudah, mereka tidak belajar cara mengatur keuangan atau membuat anggaran.
Cara Mengajarkan Anak Menabung
1. Beri Contoh Nyata
Orang tua adalah teladan terbaik. Tunjukkan kepada anak bagaimana Anda menabung untuk sesuatu yang Anda inginkan. Misalnya, katakan, “Mama sedang menabung untuk membeli kulkas baru. Kalau sudah cukup, baru kita beli.”
2. Gunakan Celengan atau Rekening Khusus
Berikan anak celengan untuk menyimpan uang mereka atau buatkan rekening tabungan khusus. Ajarkan mereka untuk menyisihkan sebagian uang saku mereka setiap minggu atau bulan.
3. Tentukan Target yang Jelas
Bantu anak menetapkan tujuan tabungan yang spesifik, seperti membeli mainan, sepeda, atau gadget. Berikan motivasi dengan menunjukkan bahwa mereka bisa mencapai tujuan jika konsisten menabung.
Contoh:
Target: Membeli mainan seharga Rp200.000.
Tabungan: Rp20.000 per minggu.
Waktu: 10 minggu.
4. Berikan Penghargaan atas Usaha Mereka
Ketika anak berhasil mencapai target tabungannya, berikan penghargaan. Tidak harus berupa uang, tetapi bisa berupa pujian atau dukungan, seperti, “Kamu hebat banget bisa nabung sampai cukup buat beli sepeda!”
5. Ajarkan Bedanya Kebutuhan dan Keinginan
Anak perlu memahami perbedaan antara kebutuhan (seperti makanan atau pakaian) dan keinginan (seperti mainan atau hiburan). Dengan begitu, mereka bisa lebih bijak dalam mengelola uang.

Ajarkan Konsep Pay Forward
1. Tabung Sebelum Membeli
Ajarkan anak bahwa untuk mendapatkan sesuatu, mereka harus menabung terlebih dahulu. Misalnya, jika mereka ingin membeli sesuatu, bantu mereka membuat rencana menabung hingga cukup untuk membelinya.
2. Belanja dengan Uang Tunai
Biasakan anak untuk menggunakan uang tunai ketika membeli sesuatu. Ini membantu mereka memahami nilai uang secara langsung, berbeda dengan transaksi digital yang terasa “tidak nyata.”
3. Diskusikan Bahaya Utang
Meski anak-anak belum menggunakan pinjol, penting untuk mengenalkan mereka pada risiko utang, seperti bunga tinggi atau denda. Ajarkan bahwa berutang sebaiknya hanya untuk kebutuhan mendesak, bukan keinginan.
Manfaat Jangka Panjang dari Menabung
1. Kemandirian Finansial
Anak-anak yang terbiasa menabung akan tumbuh menjadi individu yang mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada utang.
2. Hidup Lebih Tenang
Dengan menabung, anak belajar hidup sesuai kemampuan. Ini membantu mereka menghindari stres akibat tekanan utang atau pengeluaran yang tidak terkendali.
3. Kebiasaan Baik yang Terbawa Hingga Dewasa
Kebiasaan menabung yang diajarkan sejak kecil akan terbawa hingga dewasa. Anak akan lebih bijak dalam mengelola penghasilan mereka di masa depan.
Kesimpulan
Mengajarkan anak untuk menabung bukan hanya soal uang, tetapi juga membangun karakter, seperti disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab. Dengan membiasakan konsep pay forward, anak belajar untuk menghargai uang, hidup sesuai kemampuan, dan menghindari jebakan utang. Jadi, yuk, mulai ajarkan anak menabung sejak dini dan katakan tidak pada pinjol! Anak-anak yang terbiasa menabung akan tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dan mandiri secara finansial.
Jika Anda adalah orang tua dan ingin mendapatkan arahan untuk mendidik dan mengembangkan karakter positif pada anak Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional atau ahli di bidang kesehatan mental untuk mendapatkan dukungan dan panduan lebih lanjut. Seorang psikolog atau konselor yang berpengalaman dapat membantu Anda dan anak Anda dengan kerahasiaan yang terjamin.
Image Source :