Harus Gimana ya Ketemu Orang yang Suka Di Nomor Satukan?

Pernah nggak sih kamu berada di lingkungan entah itu keluarga, pertemanan, atau tempat kerja di mana ada satu orang yang harus selalu jadi pusat perhatian, merasa paling benar, dan menuntut untuk selalu diutamakan? Kalau kebutuhan, perasaan, atau pendapatmu sering disepelekan demi memenuhi egonya, bisa jadi kamu sedang berhadapan dengan individu yang memiliki ciri narsisme atau bahkan kecenderungan Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Berhadapan dengan orang seperti ini bukan perkara mudah. Salah langkah sedikit, kita bisa merasa bersalah, tidak cukup, atau bahkan kehilangan kepercayaan diri. Lalu, harus bagaimana bersikap?

Apa Itu Narsisme dan NPD?

Narsisme secara umum adalah sifat mencintai diri sendiri secara berlebihan. Dalam batas tertentu, narsisme masih tergolong normal. Namun, jika sudah masuk ke pola yang konsisten, merugikan orang lain, dan minim empati, maka ini bisa mengarah pada NPD.

Ciri-ciri umum orang dengan kecenderungan narsistik antara lain:

  • Selalu ingin diutamakan dan dipuji

  • Sulit menerima kritik

  • Minim empati terhadap perasaan orang lain

  • Merasa dirinya paling penting atau paling benar

  • Menggunakan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya

  • Mudah menyalahkan orang lain ketika terjadi masalah

Orang seperti ini sering membuat orang disekitarnya merasa “kecil”, tidak cukup baik, atau selalu salah.

Kenapa Kita Bisa Terjebak dengan Mereka?

Banyak orang bertahan di relasi seperti ini karena:

  • Rasa kasihan atau empati berlebihan

  • Takut konflik atau ditinggalkan

  • Terbiasa jadi people pleaser

  • Merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain

Tanpa disadari, kita mengorbankan diri sendiri demi menjaga “kedamaian”, padahal yang terjadi justru ketimpangan relasi.

Dampak Psikologis Jika Terus Dinomorsatukan

Berada lama dalam hubungan dengan individu narsistik bisa berdampak serius, seperti:

  • Kehilangan kepercayaan diri

  • Selalu merasa bersalah

  • Sulit mengenali kebutuhan sendiri

  • Overthinking dan kecemasan berlebih

  • Merasa tidak pernah cukup baik

Yang paling berbahaya, kita bisa mulai menormalisasi perlakuan tidak sehat dan menganggapnya sebagai hal wajar.

2149748420 2

Lalu, Harus Bersikap Bagaimana?

1. Sadari: Ini Bukan Salahmu

Langkah pertama adalah menyadari bahwa keinginan mereka untuk selalu dinomor-satukan bukan karena kamu kurang, tapi karena pola kepribadian mereka.

2. Tetapkan Batas yang Jelas

Orang narsistik cenderung menguji batas. Maka penting untuk mengatakan:

“Aku nggak nyaman diperlakukan seperti ini.”

Tidak perlu panjang lebar, tegas tapi tenang. Ingat, memasang batas bukan berarti jahat.

3. Jangan Terjebak Validasi

Mereka sering haus pujian dan pengakuan. Memberi secukupnya boleh, tapi jangan sampai kamu mengorbankan kebutuhanmu demi memuaskan egonya.

4. Kurangi Ekspektasi

Salah satu kunci bertahan secara mental adalah berhenti berharap mereka berubah. Fokuslah pada apa yang bisa kamu kontrol: respon dan keputusanmu sendiri.

5. Jaga Jarak Emosional

Jika tidak memungkinkan menjauh secara fisik (misalnya dalam keluarga atau pekerjaan), jaga jarak emosional. Tidak semua hal perlu kamu ceritakan atau libatkan perasaan.

6. Cari Dukungan

Berbicara dengan teman terpercaya atau profesional seperti psikolog sangat membantu untuk memulihkan perspektif dan kesehatan mentalmu.

Kapan Harus Pergi?

Jika relasi tersebut:

  • Terus-menerus membuatmu merasa tidak berharga

  • Mengganggu kesehatan mental dan emosional

  • Tidak menghormati batas meski sudah ditegaskan

Maka pergi atau menjauh adalah bentuk self-respect, bukan kegagalan.

Penutup

Berhadapan dengan orang yang selalu ingin dinomorsatukan memang melelahkan. Namun, penting untuk diingat: hubungan yang sehat tidak menuntut satu pihak selalu mengalah. Kamu berhak dihargai, didengar, dan diperlakukan setara.

Memahami narsisme bukan untuk memberi label, tapi untuk melindungi diri. Karena mencintai diri sendiri juga berarti berani berkata: “Aku penting juga.”

Jika Anda membutuhkan arahan untuk membimbing Anda keluar dari hubungan atau  lingkungan pertemanan yang toxic, Anda dapat berkonsultasi dengan seorang psikolog atau konselor  profesional untuk mendapatkan dukungan dan panduan lebih lanjut. Seorang konselor yang berpengalaman dapat membantu Anda dengan kerahasiaan yang terjamin. SOA juga memiliki pelayanan Individual Counseling serta Family Counseling untuk mendukung Anda menavigasi tantangan Anda

Image Source :

Image by freepik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *