Saat anak melakukan sesuatu yang kita sebagai orang tua kurang sukai, kita cenderung ingin mengkritik perilaku mereka dan memberitahukan kepada anak perilaku yang lebih baik yang mereka bisa lakukan. Hal ini sebenarnya wajar, karena orang tua seringkali hanya ingin anak melakukan hal yang baik dan benar. Namun, perlu diingat bahwa cara kita memberi kritik kepada anak tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Karena cara mengkritik anak yang kurang tepat justru dapat menjadi bumerang bagi orang tua.
Akibat Dari Cara Mengkritik Anak Dengan Cara yang Kurang Tepat
Cara memberikan kritik kepada anak yang kurang tepat dapat mengakibatkan beberapa hal berikut ini :
- Anak menjadi sensitif, mudah sakit hati dan merasa tidak percaya diri. Anak menjadi takut untuk melakukan segala hal sendiri, sehingga pada akhirnya akan menghambat anak untuk menjadi mandiri.
- Anak merasa tersudut dengan kritik atau perkataan orang tua, sehingga akan menghindar dengan cara pura-pura tidak mendengar atau melihat orang tua saat orang tua memberikan nasehat. Hal ini dapat menghambat perkembangan psikologis anak, seperti anak menjadi kesulitan untuk menangkap emosi wajah lawan bicara, karena memiliki kecenderungan untuk tidak menatap wajah orang yang diajak bicara.
- Anak akan menunjukkan sikap yang melawan orang tua dan membangkang. Hal ini berasal dari perasaan yang tidak suka karena merasa disalahkan. Pada akhirnya ketika guru di sekolah atau teman memberikan masukan, hal ini dapat memicu emosi anak dan anak tidak akan memiliki sikap yang mau menerima masukan.
Sebenarnya tidak hanya pada anak-anak, orang dewasa yang lebih mampu untuk berpikir rasional pun tidak suka ketika diberikan kritik dan saran dengan cara yang tidak membangun. Tidak sedikit juga orang tua yang takut untuk memberikan kritik dan saran kepada anak karena tidak mau menyakiti perasaan anak dan mendapat respon yang negatif dari anak. Tidak memberikan kritik dan saran sama sekali juga akan berbahaya dan membuat mental anak menjadi rapuh serta tidak tahu mana batasan antara hal yang benar dan salah. Kritik dalam bentuk yang tepat dan proporsional justru sangat bermanfaat untuk membangun diri anak.

Cara Memberikan Masukan Untuk Anak Dengan Tepat
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk memberikan kritik dan saran kepada anak dengan tepat dan proporsional :
- Komunikasikan dengan suasana hati yang tenang dan sikap yang sabar.
Sampaikan kritik dan saran kepada anak dengan sikap yang sabar, tenang dan menghormati perasaan anak. Saat berkomunikasi dengan tenang, orang tua dapat menggunakan bahasa yang halus dan jelas serta menghindari miskomunikasi. Memberikan masukan dan kritik kepada anak dengan emosi atau marah dapat memberikan kesan kepada anak bahwa orang tua tidak lagi menyayanginya.
- Gunakan metode sandwich.
Metode sandwich adalah sebuah metode menyampaikan kritik atau masukkan yang dimulai dengan memberikan pujian, lalu menyampaikan hal yang perlu diubah oleh anak, dan diakhiri dengan dorongan bahwa kita percaya anak dapat melakukannya dengan baik. Seperti sandwich yang diapit oleh dua lapis roti yang empuk dan menempatkan isi daging yang keras di tengah.
Cara ini banyak digunakan di sekolah-sekolah, terutama dipraktekkan oleh guru pada saat pembagian rapor dengan tujuan agar anak dapat belajar dari apa yang kurang memuaskan di periode belajar yang lalu dan dapat mengembangkan diri di periode mendatang.
- Hindari untuk memberikan kritik kepada anak di depan umum atau orang lain.
Tidak hanya anak, orang dewasa juga tidak akan suka apabila dikritik di depan orang lain. Dikritik di depan umum akan membuat kita merasa dipermalukan. Maka, orang tua perlu ingat untuk membawa anak ke samping untuk berbicara secara privat apabila perlu memberikan saran kepada anak di situasi publik. Hal ini penting, agar harga diri anak tidak jatuh dan menjadi minder.
- Mencari akar dari permasalahan sebelum memberikan kritikan.
Contohnya adalah, apabila prestasi anak di sekolah akhir-akhir ini mengalami penurunan, Sebelum langsung memarahi anak atau memberi kritik kepada anak, ada baiknya orang tua mencari tahu apa penyebabnya. Apakah anak memiliki masalah di sekolah?
Salah satu orang tua mengalami kebingungan mengapa anaknya yang berusia 5 tahun setiap hari ketakutan pergi ke sekolah dan selalu menangis setiap pagi. Ketika ditanya, anaknya menjawab bahwa gurunya galak dan selalu memarahi dia. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata anak mengalami gangguan pada pandangannya. Matanya mengalami minus di usia belia, sehingga tidak bisa melihat tulisan guru di papan tulis. Hal ini membuat dia tidak bisa menjawab setiap guru bertanya kepadanya, dan akhirnya dimarahi guru. Setelah dibawa ke dokter mata dan diberikan resep membuat kacamata, anak ini malah mengalami kemajuan belajar yang pesat dan mendapat juara 2 di akhir tahun pelajaran. Pengalaman seperti ini dapat menjadi pembelajaran untuk kita semua.
- Fokus kepada solusi dan bukan kepada kritiknya.
Kebanyakan orang tua hanya berhenti pada proses memberikan kritik ketika anak melakukan kesalahan. Namun, sebenarnya yang lebih penting dari kritik itu sendiri adalah solusinya atau bagaimana anak dapat memperbaiki kesalahannya lain kali. Ketika anak tidak diajak untuk berpikir dan mencari jalan keluar atau apa akibat yang ditimbulkan dari perilakunya, maka kritik yang disampaikan tidaklah konstruktif bagi anak. Selain itu, hal ini secara perlahan akan mengikis kepercayaan diri anak. Anak menjadi takut untuk mengeksplorasi dan mencoba hal-hal yang baru karena merasa sering salah dan dimarahi.
- Jelaskan kepada anak bahwa kesalahan tidak selalu buruk, membuat kesalahan adalah sebuah proses belajar.
Sebuah hal yang perlu diingat oleh orang tua sebelum memberikan kritik untuk orang tua adalah tidak ada manusia yang sempurna. Semua orang dapat melakukan kesalahan, terutama anak-anak karena terkadang mereka belum mengerti benar apa yang benar apa yang salah. Memang kesalahan terkadang anak bisa juga memalukan bagi orang tua, namun kita sebagai orang dewasa juga dapat melakukan kesalahan.
Saat menjelaskan kepada anak bahwa apa yang mereka lakukan itu tidak baik, Anda juga dapat menjelaskan bahwa tidak apa melakukan kesalahan sesekali, terutama apabila tidak disengaja. Anak juga perlu mengerti bahwa melakukan kesalahan adalah merupakan proses dari belajar. Namun, hal ini berarti anak perlu mengingat di lain kali untuk berusaha tidak mengulanginya dan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Apabila Anda ingin mendiskusikan lebih jauh mengenai cara yang tepat untuk menyampaikan saran dan kritik kepada anak dengan cara yang tepat, serta bagaimana Anda dapat menjadi orang tua yang efektif untuk membentuk sikap dan perilaku anak Anda, Anda dapat mempertimbangkan untuk menggunakan jasa konsultasi dengan psikolog dan konselor yang berpengalaman untuk membantu Anda secara konfidensial.
Image Source :