Sebagai orang tua, kita sering kali sibuk dengan pekerjaan, urusan rumah tangga, dan berbagai aktivitas lainnya. Akibatnya, kita terkadang lupa memberikan apresiasi yang tulus kepada anak-anak, terutama untuk hal-hal kecil yang mereka lakukan. Padahal, apresiasi kecil bisa memberikan dampak besar bagi perkembangan mereka, baik secara emosional maupun psikologis.
Namun, apresiasi yang diberikan kepada anak seharusnya tidak sekadar basa-basi atau formalitas belaka. Anak membutuhkan apresiasi yang benar-benar tulus dan genuine, bukan hanya ucapan “terima kasih” yang diucapkan sambil lalu. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa apresiasi itu penting, bagaimana cara melakukannya dengan tulus, serta dampaknya terhadap anak.
Kenapa Apresiasi Itu Penting?
Banyak orang tua berpikir bahwa apresiasi hanya dibutuhkan ketika anak mencapai sesuatu yang besar, seperti mendapat nilai bagus di sekolah atau memenangkan lomba. Padahal, hal-hal kecil yang mereka lakukan setiap hari juga patut diapresiasi seperti membantu membereskan mainan, berbagi dengan adik, atau menunjukkan usaha dalam belajar.
Berikut beberapa alasan mengapa apresiasi kecil sangat penting bagi anak:
1. Membangun Kepercayaan Diri
Ketika anak merasa dihargai, mereka akan lebih percaya diri dalam mencoba hal-hal baru dan tidak takut gagal.
2. Meningkatkan Motivasi
Anak yang mendapat apresiasi akan lebih termotivasi untuk melakukan hal-hal positif, baik di rumah maupun di sekolah.
3. Membantu Perkembangan Emosional
Apresiasi memberikan rasa aman dan dihargai kepada anak, yang penting untuk perkembangan emosional mereka.
4. Menjalin Hubungan yang Lebih Dekat dengan Orang Tua
Anak yang merasa diapresiasi akan lebih nyaman untuk terbuka dan berbicara dengan orang tua mereka.
5. Menanamkan Nilai Positif
Dengan menunjukkan penghargaan terhadap usaha mereka, anak akan belajar tentang nilai kerja keras, kebaikan, dan tanggung jawab.
Cara Memberikan Apresiasi yang Tulus dan Bermakna
Tidak semua apresiasi memiliki dampak yang sama. Jika dilakukan dengan cara yang asal-asalan atau tanpa perasaan, apresiasi justru bisa terasa hambar dan tidak bermakna bagi anak. Berikut beberapa cara agar apresiasi yang Anda berikan benar-benar tulus dan berdampak besar:
1. Fokus pada Usaha, Bukan Hanya Hasil
Sering kali, orang tua hanya memberikan pujian ketika anak berhasil mencapai sesuatu. Namun, yang lebih penting adalah menghargai usaha mereka, bukan hanya hasil akhirnya.
Contoh yang baik:
“Mama lihat kamu berusaha keras menyusun puzzle ini, hebat sekali! Kamu nggak menyerah meskipun tadi sempat kesulitan.”
Contoh yang kurang efektif:
“Wah, akhirnya kamu bisa menyusun puzzlenya! Bagus deh.”
Dengan menekankan usaha, anak belajar bahwa proses lebih penting daripada sekadar hasil akhir.
2. Gunakan Kata-kata yang Spesifik
Apresiasi yang terlalu umum seperti “Bagus!” atau “Pintar!” mungkin terasa kurang bermakna. Sebaliknya, gunakan kata-kata yang lebih spesifik agar anak benar-benar merasa dihargai.
Contoh yang baik:
“Terima kasih ya, Nak, sudah membantu Mama merapikan meja makan. Jadi Mama bisa lebih cepat selesai memasak.”
Contoh yang kurang efektif:
“Terima kasih, ya.” (tanpa penjelasan lebih lanjut)
Ketika pujian lebih spesifik, anak akan tahu apa yang mereka lakukan dengan baik dan merasa dihargai.
3. Perhatikan Ekspresi dan Nada Bicara
Anak bisa membedakan antara apresiasi yang tulus dan yang hanya sekadar basa-basi. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan ekspresi wajah dan nada suara yang menunjukkan ketulusan saat memberikan apresiasi.
Jika Anda mengatakan “Terima kasih” sambil sibuk menatap layar ponsel, anak mungkin tidak akan merasa benar-benar dihargai. Cobalah untuk menatap mata mereka, tersenyum, dan berbicara dengan nada yang hangat.
4. Jangan Hanya Menggunakan Kata-kata, Tunjukkan dengan Tindakan
Apresiasi juga bisa ditunjukkan melalui tindakan. Misalnya, jika anak sudah membantu merapikan mainan, Anda bisa memberikan pelukan, tepukan di bahu, atau meluangkan waktu lebih banyak bermain bersama mereka sebagai bentuk penghargaan.
5. Jangan Pelit Apresiasi untuk Hal Kecil
Banyak orang tua berpikir bahwa apresiasi hanya diberikan untuk pencapaian besar. Padahal, anak juga membutuhkan penghargaan untuk hal-hal kecil yang mereka lakukan.
Misalnya:
“Kakak tadi sudah sabar banget nunggu giliran mainan sama adik. Mama bangga,deh!”
“Aku lihat kamu mencoba mengikat tali sepatu sendiri tadi, keren! Terus coba lagi ya.”
Apresiasi seperti ini membentuk karakter anak yang lebih percaya diri dan gigih dalam mencoba hal-hal baru.

Dampak Apresiasi Kecil pada Anak
Apresiasi yang tulus tidak hanya memberikan kebahagiaan sesaat, tetapi juga berdampak jangka panjang bagi anak, antara lain:
- Mereka merasa dihargai dan diperhatikan, bukan hanya sebagai anak, tetapi sebagai individu yang memiliki peran dalam keluarga.
- Anak lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan orang tua, karena mereka merasa dihargai tanpa harus selalu berprestasi besar.
- Tumbuh menjadi pribadi yang penuh rasa syukur dan tidak mudah merasa kurang.
- Memiliki mental yang lebih sehat karena mereka tumbuh dengan penghargaan dan cinta, bukan hanya tuntutan.
Kesimpulan
Apresiasi kecil bisa memberikan dampak yang besar bagi anak, asalkan dilakukan dengan tulus dan penuh makna. Jangan hanya sekadar mengatakan “terima kasih” sambil lalu, tetapi benar-benar tunjukkan rasa penghargaan Anda terhadap usaha mereka. Fokuslah pada usaha, gunakan kata-kata spesifik, dan tunjukkan apresiasi melalui tindakan.
Dengan cara ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bersemangat, dan memiliki hubungan yang lebih dekat dengan orang tua. Jadi, yuk mulai sekarang lebih sering mengapresiasi hal-hal kecil yang dilakukan anak di rumah!
Jika Anda merasa membutuhkan arahan untuk membimbing anak-anak Anda dan mendukung mereka dari segi emosional, Anda dapat berkonsultasi dengan seorang psikolog atau konselor profesional untuk mendapatkan dukungan dan panduan lebih lanjut. Seorang konselor yang berpengalaman dapat membantu Anda dan anak Anda dengan sesi konseling dan kerahasiaan yang terjamin.
Image Source :