Di era media sosial yang serba cepat dan penuh tekanan, istilah “love yourself” atau mencintai diri sendiri semakin sering digaungkan. Namun masih banyak orang yang salah kaprah dan menganggap bahwa mencintai diri sendiri itu berarti menjadi egois. Padahal, mencintai diri sendiri adalah pondasi penting untuk memiliki kesehatan mental yang stabil, relasi yang sehat, dan hidup yang seimbang. Yuk, kita luruskan pemahaman ini dan lihat bagaimana mencintai diri sendiri itu bukan berarti mengabaikan orang lain.
Apa Itu Love Yourself?
Mencintai diri sendiri bukan soal memanjakan diri tanpa batas, apalagi menjadi keras kepala dan menutup diri dari kritik. Cinta pada diri sendiri adalah sikap sadar akan nilai diri, menghargai kebutuhan pribadi, serta mampu menjaga keseimbangan antara memberi dan menerima. Cinta ini juga mencakup keberanian untuk berkata “tidak”, menetapkan batas, dan memperlakukan diri sendiri dengan empati sebagaimana kita memperlakukan sahabat baik kita.
Contoh sederhananya: ketika kamu merasa lelah setelah seminggu penuh bekerja, lalu memilih untuk istirahat dan menolak ajakan nongkrong. Itu bukan egois, tapi bentuk self-love. Kamu tahu batas energimu dan memutuskan untuk mengisi ulang diri agar tidak kelelahan mental dan fisik.
Mencintai Diri Adalah Investasi untuk Orang Lain
Seseorang yang sehat secara emosional akan mampu hadir secara utuh dalam hubungan. Sebaliknya, orang yang kelelahan secara emosional karena terus-menerus menyenangkan orang lain, justru rentan merasa jenuh, kesal, dan tidak otentik. Akhirnya, relasi jadi penuh tekanan.
Bayangkan seorang ibu yang terus menerus mengurus anak, rumah, dan pekerjaan tanpa jeda. Tanpa me time, ia akan cepat burnout dan emosinya bisa meluap ke anak-anak. Tapi kalau ia memberi waktu 1 jam sehari untuk dirinya sendiri, entah itu yoga, nonton drama, atau hanya duduk tenang, energinya bisa pulih dan ia bisa lebih sabar dan hadir untuk keluarganya.
Love Yourself ≠ Selfish
Selfish adalah ketika kita hanya memikirkan diri sendiri dan mengabaikan hak serta kebutuhan orang lain. Sedangkan self-love adalah memperhatikan kebutuhan diri tanpa merugikan orang lain. Justru dengan mencintai diri, kita bisa memberi dengan hati yang lebih tulus dan energi yang lebih stabil.
Contoh lainnya, dalam hubungan asmara: ketika kamu menyadari pasanganmu memperlakukanmu dengan buruk, misalnya merendahkan, mengontrol, atau tidak menghargai dan kamu memilih keluar dari hubungan tersebut. Itu bukan egois. Itu adalah tanda kamu menghargai harga dirimu dan menolak diperlakukan tidak layak.

Bagaimana Cara Mempraktikkan Self-Love?
- Mengenali Batas Diri
Jangan takut bilang “tidak” jika memang tidak sanggup. Ini bukan berarti kamu tidak peduli, tapi kamu sedang menjaga energi untuk tetap sehat. - Berhenti Membandingkan Diri
Media sosial sering membuat kita merasa kurang. Ingat, yang ditampilkan orang lain hanya highlight-nya saja. Fokus pada progres dan nilai unik diri sendiri. - Berbicara Baik ke Diri Sendiri
Kalau kamu bisa menyemangati teman saat mereka gagal, kenapa tidak pada dirimu sendiri? Ubah dialog batin dari “Aku gagal” menjadi “Aku sedang belajar.” - Berani Minta Tolong
Kita tidak harus kuat terus-menerus. Meminta bantuan bukan kelemahan, melainkan bentuk keberanian dan kejujuran pada diri sendiri. - Luangkan Waktu untuk Hal yang Kamu Suka
Apakah itu menggambar, menulis, memasak, atau mendengarkan musik beri ruang untuk kegiatan yang membahagiakanmu, walau cuma sebentar setiap hari.
Penutup
Mencintai diri sendiri adalah kunci untuk bisa mencintai orang lain dengan lebih baik. Ini bukan bentuk egoisme, tapi cara merawat sumber daya paling penting dalam hidup: dirimu sendiri. Ingat, kamu juga manusia. Kamu berhak bahagia, beristirahat, dan dihargai. Dan semua itu dimulai dari cara kamu memperlakukan dirimu sendiri. Jadi, yuk mulai belajar sayang sama diri, bukan dengan narsistik, tapi dengan kasih yang sehat.
Jika Anda membutuhkan arahan untuk membimbing Anda memelihara kesehatan mental Anda, Anda dapat berkonsultasi dengan seorang psikolog atau konselor profesional untuk mendapatkan dukungan dan panduan lebih lanjut. Seorang konselor yang berpengalaman dapat membantu Anda dengan kerahasiaan yang terjamin. SOA juga memiliki pelayanan Individual Counseling serta Family Counseling untuk mendukung Anda menavigasi tantangan Anda.
Image Source :